Gangguan Setan Ketika Shalat

Diriwayatkan dari Abul 'Ash ra yang telah menceritakan bahwa ia pernah mengadukan kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam perihal gangguan yang sering dialami dalam shalatnya.Untuk itu,dia mengatakan :"Wahai Rasulullah.sesungguhnya setan senantiasa menghalang-halangi antara aku dan shalatku dan selalu mengacaukan bacaanku,"maka Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menjawab:

'Itu adalah ulah setan yang disebut Khanzab.Apabila engkau merasakan adanya godaan darinya,maka mintalah perlindungan kepada Allah dari godaannya dan meludahlah ke arah kirimu sebanyak tiga (3) kali.'"

Abu 'Ash melanjutkan kisahnya:"Kemudian kulakukan nasihat itu dan ternyata Allah menghilangkan godaan itu dariku."
(HR. Muslim no.2203)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Sesungguhnya seseorang di antara kalian apabila berdiri untuk shalatnya,setan pasti datang untuk mengacaukan shalatnya -yakni untuk mengganggu dan meragukan shalatnya- sehingga yang bersangkutan tidak lagi mengetahui berapa raka'at shalat yang telah dikerjakannya.Apabila seseorang di antara kalian merasakan hal tersebut ,hendaklah dia melakukan dua(2) kali sujud (sujud Sahwi) saat dalam keadaan duduk."
(HR.Bukhari,Pembahasan mengenai Sahwi /kelupaan,bab Kelupaan dalam Shalat fardhu dan shalat sunnah.)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Apabila seseorang di antara kalioan berada dalam shalatnya,lalu merasakan adanya gerakan pada liang anusnya,kemudian dia ragu apakah mengalami hadats atau tidak ,maka janganlah dia membatalkan shalatnya sebelum mendengar adanya suara (kentut) atau mencium baunya."
(HR.Muslim no.389)

Referensi:
33 PENYEBAB Khusyu' shalat oleh Syekh Muhammad Shalih Al- Munajid halaman 101-103

Mendahulukan Makan...

Jika makanan telah dihidangkan dan ada keinginan kuat untuk menikmatinya,sedangkan telah tiba waktu shalat maka disunahkan untuk mendahulukan makan daripada shalat .supaya hati dan pikiran bisa hadir dan berkonsentrasi dalam shalat.Dalil yang menunjukkan hal tersebut:

Rasulullah bersabda:

"Apabila makan malam telah dihidangkan dan waktu shalat telah datang maka dahulukanlah makan sebelum kalian mengerjakan shalat maghrib;dan janganlah kalian tergesa-gesa menikmati makan malam kalian."

(HR Muslim (Shah_i^h_ Al-muslim bi syarh_i An-Nawawi^:V/45).

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Anas ra menyatakan bahwa Rasulullah  bersabda:

"Jika Iqamat telah dikumandangkan,sedangkan salah seorang dari kalian berpuasa maka hendaklah dia mendahulukan makan malamnya sebelum shalat maghrib; dan janganlah kalian tergesa-gesa menikmati makan malam kalian."

(HR Ibnu Hibban (Al-Ih_sa^n bi Tarti^bi Shah_i^h_ Ibni H_ibban,Ala'uddin Al- Farisi:II/254)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Rasulullah bersabda,"Tidak sah shalat (yang didirikan ) ketika makanan dihidangkan dan (yang didirikan oleh) orang yang menahan dua yang busuk (kencing dan berak)."

(HR Muslim (Shah_i^h_ Al-muslim bi syarh_i An-Nawawi^:V/47).


Referensi:
RUKHSAH DALAM SHALAT--KERINGANAN-KERINGANAN SHALAT DALAM KONDISI TIDAK BIASA Oleh Dr.Ali Abu Al-Bashal, halaman 127-128

Jangan Menahan dua yang busuk

Rasulullah bersabda,

"Jika iqamat telah dikumandangkan ,sedangkan salah seorang dari kalian hendak ke kamar kecil,hendaklah dia mendahulukan pergi kekamar kecil."

(HR Tirmidzi dan dia berkata,"Hadits hasan sahih."(Shah_ih Sunan At-Tirmidzi^:I/95)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Abu Hurairah ra berkata,"Rasulullah bersabda,'Janganlah salah seorang dari kalian mendirikan shalat,sementara dia menahan dua yang busuk (kencing dan berak)."

(HR Ibnu Hibban (Al-Ih_sa^n bi Tarti^bi Shah_i^h_ Ibni H_ibban,Ala'uddin Al- Farisi:II/257)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Rasulullah bersabda,"Tidak sah shalat (yang didirikan ) ketika makanan dihidangkan dan (yang didirikan oleh) orang yang menahan dua yang busuk (kencing dan berak)."

(HR Muslim (Shah_i^h_ Al-muslim bi syarh_i An-Nawawi^:V/47).

Referensi:
RUKHSAH DALAM SHALAT--KERINGANAN-KERINGANAN SHALAT DALAM KONDISI TIDAK BIASA Oleh Dr.Ali Abu Al-Bashal, halaman 128-129

Tiga Perkara

  • Hadits Dari Abu Hurairah menyebutkan:

"Kekasihku Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku dengan tiga perkara.Puasa tiga (3) hari dari setiap bulan ,dua (2) rakaat shalat dhuha, dan agar aku shalat witir sebelum tidur."(HR Bukhari, no:1981,Muslim,no:721)

  • Dalam riwayat lain,shahabat Abu Darda berkata,

"Kekasihku Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku dengan tiga perkara.aku tidak akan meninggalkan ketiganya selama aku hidup .Puasa tiga (3) hari dari setiap bulan ,dua (2) rakaat shalat dhuha, dan agar aku shalat witir sebelum tidur."(HR Bukhari, no:1981,Muslim,no:721)

  • Imam Nawawi mengatakan,"Semua hadits-hadits ini sepakat.Menurut ahli tahqiq(Ulama peneliti hadits )tidak ada perbedaan di antara hadits-hadits itu."(Syarh Muslim, 5/237)

Referensi:
*Buku Keajaiban Shalat Dhuha oleh Muhammad Abu Ayyas-Pengantar:DR.K.H.Muslih Abd.Karim,MA,halaman 39-40

Beberapa Ayat - ayat mengenai sifat Boros

      Allah berfirman,

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.(Al-An'am ayat:141)
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir mengetengahkan melalui Abu Aliyah yang telah mengatakan, "Mereka (kaum muslimin) memberikan sesuatu dari hasil perkebunannya selain zakat, sesudah itu lalu mereka berfoya-foya dengan selebihnya, kemudian turunlah ayat ini." Dan telah diketengahkan melalui Ibnu Juraij bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Tsabit bin Qais bin Syimas yang menebang pohon kurma miliknya, kemudian ia bagi-bagikan buahnya hingga sore hari sesudah itu ia tidak lagi memiliki buah kurma.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
      Allah Berfirman,


Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.(Al-Isra' ayat:26)
SEBAB TURUNNYA AYAT: Said bin Manshur mengetengahkan sebuah hadis melalui `Atha Al-Khurrasani yang menceritakan, bahwa ada segolongan orang-orang dari kabilah Muzayyanah datang untuk meminta makanan kepada Rasulullah saw. Maka Rasulullah saw. bersabda, "Aku tidak menemukan apa yang harus aku berikan kepada kalian." Lalu mereka berpaling pergi, sedangkan mata mereka mencucurkan air mata karena sedih; mereka menduga bahwa hal tersebut karena kemarahan Rasulullah saw. terhadap diri mereka. Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat..." (Q.S. Al-Isra 28). Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Dhahhak yang menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang miskin yang meminta-minta kepada Nabi saw.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
        Allah Berfirman, 


Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.(Al-Isra' ayat:26)


Referensi:
*Terinspirasi setelah membaca buku Keajaiban Shalat Dhuha oleh Muhammad Abu Ayyas-Pengantar:DR.K.H.Muslih Abd.Karim,MA
** http://questionaboutislam.blogspot.com/  thank to Alquran-indonesia.com

Tahjiir (Menjauhkan diri)

             Allah berfirman dalam QS. Al-Muzzammil (73) ayat 10:


       "Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik."

Allah juga berfirman dalam QS. An-Nisaa' (4) ayat 34:


Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita,
oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita),
dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.
Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri [289] ketika suaminya tidak ada,
oleh karena Allah telah memelihara (mereka) [290].
Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya [291],
maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.
Kemudian jika mereka mentaatimu,
maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya [292].
Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Tahjiir yaitu  meninggalkan atau menjauhkan diri dari orang yang berbuat tidak baik setelah yang bersangkutan tidak memoan diluruskan kesalahannya.

Ayat pertama menegaskan bahwa Allah memberikan jalan kepada Rasulullah SAW.Ketika menghadapi kaumnya yang berbuat mungkar dan melawan dakwahnya.Terhadap mereka ini Rasulullah SAW.diperintahkan untuk meninggalkannya dengan cara yang baik yaitu memisahkan diri dari mereka ,tidak dengan rasa permusuhan dan meninggalkan kebencian kepada orang - orang yang menentang dakwahnya.

Pada ayat kedua diterangkan bahwa Allah menjelaskan kepada para suami langkah- langkah yang harus diambil suami bila ia mempunyai kekhawatiran istrinya bermain mata dengan laki-laki lain.
Langkah pertama ialah menasihatinya;bila tidak mempan ,hendaklah ia memisahkan diri dari tempat tidur istri,tetapi tidak meninggalkan istrinya di kamar sendirian.jika cara ini pun tidak mempan ,suami boleh memukulnya dengan pukulan yang tidak merusak badannya.Sebaliknya ,bilamana dengan nasehat saja istri sudah taat atau bila ditinggalkan di tempat tidur sendirian sudah mau bertaubat atas kesalahannya maka suami tidak boleh mencari alasan untuk terus menghukum istrinya demi kepuasan dirinya sendiri.

Dua ayat di atas menjelaskan adanya metode pendidikan lain yang Allah ajarkan kepada kaum muslimin.Metode ini ialah metode tahjiir,yaitu meninggalkan atau memisahkan diri untuk sementara dari orang - orang yang tidak dapat dibenahi lagi kesalahannya dengan cara nasehat.

Referensi:
*Pendidikan Islami metode 30T oleh Drs. M. Thalib halaman 194-196 beberapa hal diubah.
* http://questionaboutislam.blogspot.com/  thank to Alquran-indonesia.com

Beberapa Ayat -Ayat Alqur'an Mengenai Dunia



Allah berfirman,

Artinya:
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah
permainan
dan suatu yang melalaikan,
perhiasan dan
bermegah-megah antara kamu
serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. 
Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya.
Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
(Al-Hadid:20)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Allah berfirman,












Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami,
dan merasa puas dengan kehidupan dunia
serta merasa tenteram dengan kehidupan itu
dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,
mereka itu tempatnya ialah neraka,
disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.
(Yunus:7-8)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Allah berfirman,


Artinya:
Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan):
"Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja)
dan kamu telah bersenang-senang dengannya;
maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan
karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak
dan karena kamu telah fasik."
(Al-Ahqaaf:20)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Allah berfirman,




Artinya:
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.
(Al-Kahfi:8)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Allah berfirman,










Artinya:
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.
(Huud:15-16).

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Allah berfirman,


Artinya:
Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.
(At-taubah:55).

Referensi:
*Terinspirasi setelah membaca  buku Bagaimana Menyucikan Jiwa-Konsep terpadu pembinaan diri menurut para ulama salaf (Ibnu Rajab,Ibnu Qayyim, dan Al-Ghazali) oleh Dr.Ahmad Farid.
** http://questionaboutislam.blogspot.com/  thank to Alquran-indonesia.com

Riya'

Alangkah beruntungnya orang - orang yang tidak disiksa oleh kerinduan untuk dipuji dan dihormati oleh orang lain.karena ternyata kalau kita mau jujur , kita akan sengsara karena terlalu banyak memikirkan penilaian orang lain kepada kita.jika perkara duniawi dan ukhrawi dilakukan hanya untuk mendapat pujian , penghormatan , dan penilaian manusia , maka sesungguhnya kita telah diserang penyakit riya'.

Allah SWT Berfirman,




Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir [168].
(Al-Baqarah[2]:264)

[168] Mereka ini tidak mendapat manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak pula mendapat pahala di akhirat.



Rasulullah SAW  bersabda yang artinya:



"Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk badan dan rupamu,tetapi Allah melihat niat dan ke-ikhlasan dalam hatimu."
(HR. Muslim)


"Sesungguhnya yang paling aku takuti atas kamu sekalian adalah syirik kecil".Sahabat bertanya:"Apakah syirik kecil itu Ya Rasulullah ?".Rasulullah bersabda:"Syirik yang paling kecil itu adalah riya."


Referensi:
* http://questionaboutislam.blogspot.com/  thank to Alquran-indonesia.com
**  Buku Mengatasi penyakit Hati-Republika Penerbit.