Al Wala' dan Al Bara'


Pengertian...
Wala' yang artinya loyalitas atau kecintaan, dan Bara' yang berarti antipati atau kebencian sangat ditekankan kewajibannya.

Al Wala' maksudnya memberikan cinta dan loyalitas karena Allah 'Azza Wajalla.
Seorang muslim mencintai kaum mukminin, orang-orang yang bertakwa, para nabi, malaikat, dan yang lainnya karena Allah 'Azza Wajalla mencintai mereka semua.
Al Bara' yang maksudnya benci karena Allah 'Azza Wajalla.
Seorang muslim orang-orang kafir, orang-orang munafik, musyrik, iblis, syaithan, dan yang lainnya, karena Allah 'Azza Wajalla membenci mereka.
Perlu diketahui bahwa salah satu bentuk realisasi tauhid adalah:
Mencintai segala sesuatu yang dicintai Allah dan membenci segala sesuatu yang dibenci oleh Allah.
Landasan Hukum yang menunjukkan wajibnya prinsip al wala' dan al bara' sangat banyak,diantaranya:

Allah Berfirman,












Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya,

sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.

Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya.

Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya.

Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya.

Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizballah itu adalah golongan yang beruntung.(Q.S. Al-Mujaadilah: 22)

Rasulullah bersabda,

"Barangsiapa 
mencintai karena Allah, 
membenci karena Allah,
memberi karena Allah, dan tidak memberi karena-Nya,
maka sungguh telah menyempurnakan keimanannya".

(H.R. Abu Dawud dari Abu Umamah radhiallahu 'anhu dan dihasankan oleh syaikh AL Albani dalam Ash Shahihah)
Seorang muslim tidak boleh mencintai perbuatan syirik dan para pelakunya, mencintai orang-orang kafir karena agama mereka,mendukung mereka dengan berbagai bantuan untuk memerangi kaum mukminin, taua menjadikan mereka sebagai kekasih dan teman akrab.

Semua ini merupakan perbuatan terlarang yang sangat membahayakan aqidah seorang muslim.
Allah berfirman,


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain.

Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.

Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(Q.S. Al Maidah:51)

Diterangkan oleh para ulama bahwa...
Prinsip Al Wala' dan Al Bara' ini harus diaplikasikan kepada manusia sesuai dengan kadar ketaatan mereka kepada Allah 'Azza Wajalla.

Mengenai Hal ini manusia terbagi menjadi  3 golongan:
1.Orang-orang yang wajib dicintai dengan kecintaan yang murni dan tanpa ada kebencian sedikitpun.
Mereka hamba-hamba pilihan Allah dari kalangan para nabi,shiddiqin,syuhada, dan orang-orang yang shalih.Dan para shahabat adalah yang paling utama masuk ke dalam kategori ini.Allah menyebut mereka sebagai teman yang terbaik bagi kaum muslimin.
2.Orang-orang yang wajib dibenci dan dimusuhi tanpa ada kecintaan serta loyalitas sedikitpun terhadap mereka.
Mereka Adalah musuh Allah dari kalangan orang-orang kafir,musyrik,munafik,zindik, dan selainnya.
3.Orang-orang yang wajib dicintai dari satu sisi karena keimanannya kepada Allah, dan dibenci dari sisi yang lain karena perbuatan maksiatnya.
Mereka adalah kaum mukminin yang berbuat maksiat.orang-orang tersebut dicintai karena keimanan mereka kepada Allah'Azza Wajalla,namun dibenci karena perbuatan maksiat mereka yang tidak sampai pada tingkatan kekafiran.
Demikian prinsip mulia yang secara turun temurun diajarkan oleh para nabi terdahulu , dan dikokohkan dalam syariat islam yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad  shallallahu 'alaihi wasallam[Abu Hafiy].

Referensi:
http://hyperlinkblogku.blogspot.com/2011/05/alquran-digital.html
Majalah Tashfiyah- AWAS RIYA MENGANCAM SIAPA SAJA /Edisi 16 /Volume 02/1433H/2012 M/Halaman 51-54 dengan beberapa editan.
http://ibutina.com/wp-content/uploads/2012/02/al-wala-wal-bara.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar