Tampilkan postingan dengan label Lima indikator mu'min sukses ala al-qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lima indikator mu'min sukses ala al-qur'an. Tampilkan semua postingan

Petunjuk


Katakanlah:”Al-qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.(QS 41:44)

“Siapa saja membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-qur’an),maka baginya satu kebaikan,dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.”(HR.At Tirmidzi)

“Bacalah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.”(HR.Muslim)

Referensi:
Mutiara Amaly-penyejuk Jiwa penyubur iman-“IMAN CAHAYA DAN KEKUATAN” volume 84 halaman 4

LIMA INDIKATOR MU'MIN SUKSES ALA AL-QUR'AN(4-5)

Keempat,selalu menjaga kehormatan

Orang yang sukses adalah orang yang mampu menjaga kehormatannya(baca:kemaluan),kecuali kepada istrinya atau perempuan hamba sahayanya (hamba sahaya sekiranya sudah tidak ada lagi,dahulu waktu zaman rasulullah memang ada.ed_)

Allah SWT Berfirman,

 إِلَّا عَلَىٰٓ أَزْوَ‌ٰجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ﴿٦﴾

Artinya:

Kecuali dengan cara perkawinan yang sah atau pemilikan budak(1). Mereka tidak dilarang melakukan hal itu. (1) Pada zaman dahulu perbudakan adalah sesuatu yang lumrah. Seorang laki-laki bebas memilih berapa saja dari budak yang dimiliki untuk dijadikan istri. Islam membolehkan perbudakan akibat perang yang dibenarkan agama, apabila pihak musuh melakukan hal yang sama. Hal ini berdasarkan pada asas perlakukan setimpal. Apabila pihak musuh tidak melakukan perbudakan, umat Islam pun dilarang melakukannya.(Q.S. Al-Mu'minun [23]:6).
{terjemahan indonesia oleh Quraish Shihab} 

Begitu pula wanita.

Hendaknya menutup auratnya dihadapan laki-laki yang bukan mahramnya.

sehingga harga diri mereka tidak akan jatuh.

Kelima,menjaga amanat dan janji yang dibuat

belum cukup orang dikatakan sukses bila ia belum menjalankan amanat dan janji-janji yang dibuatnya itu.

Referensi:
1.Tulisan dari Selebaran Al-Lu'lu'-Edisi 89/XII/2010 23 Muharram 1432(28 Januari 2010) halaman 3-4
2.http://tanzil.net/(keterangan:Qur'an-Uthmani,Translation-Indonesia:Quraish Shihab)

untuk topik ini"lima indikator mu'min sukses ala al-qur'an ,
thanks to Sa'id El-Faqier,mahasiswa Program Studi Ilmu Kimia 2010,Santri pondok pesantren UII Yogyakarta

LIMA INDIKATOR MU'MIN SUKSES ALA AL-QUR'AN (2-3)

Kedua,meninggalkan tindakan yang sia-sia

Waktu setiap detik memiliki makna(ed.)_

Hindari tindakan-tindakan yang non-sense,seperti tidur-tiduran sehari-semalam,ngobrol yang tak berguna,nge-gosip,dan lain-lain.

maka sebaiknya manfaatkan waktu dengan semaksimal mungkin.karena waktu menentukan kesuksesan seseorang.isi waktu dengan hal-hal yang positif dan berguna itu jauh lebih baik.

Ketiga,selalu melaksanakan kewajiban zakat

Allah SWT Berfirman,

 خُذْ مِنْ أَمْوَ‌ٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِم  إِنَّ صَلَو‌ٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُم  وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ  ﴿١٠٣﴾

Artinya:

(103).Wahai Rasulullah, ambillah sedekah dari harta orang-orang yang bertobat itu, yang dapat membersihkan mereka dari dosa dan kekikiran dan dapat mengangkat derajat mereka di sisi Allah. Doakanlah mereka dengan kebaikan dan hidayah, karena sesungguhnya doamu dapat menenangkan jiwa dan menenteramkan kalbu mereka. Allah Maha Mendengar doa dan Maha Mengetahui orang-orang yang ikhlas dalam bertobat.(Q.S. At-taubah:103).
{terjemahan indonesia oleh Quraish Shihab}

Dengan kita berzakat,berarti kita mendapatkan kesuksesan berikut:

(1).Kita telah membersihkan dan menyucikan hati dari sifat tamak;
(2).Kesalahan atau dosa kita dipadamkan.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya,

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.”

(HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

(3).Kita telah dilipatgandakan harta kekayaan kita sebagaimana janji Allah SWT,


 وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ  وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيد  ﴿٧﴾

Artinya:

Ingatlah, wahai Banû Isrâ'îl, ketika kalian diberitahu Tuhan dengan mengatakan, "Apabila kalian mensyukuri nikmat penyelamatan dan lain-lain yang pernah Aku berikan kepada kalian berupa keteguhan iman dan ketaatan, niscaya Aku akan menambah nikmat-nikmat yang telah Aku berikan itu. Tetapi apabila kalian mengingkarinya dengan kekafiran dan perbuatan maksiat niscaya Aku akan menyiksa kalian dengan siksaan yang menyakitkan. Siksaan-Ku memang sangat pedih bagi orang-orang yang ingkar."(Q.S. Ibrahim:7).
{terjemahan indonesia oleh Quraish Shihab}  

(4).Menghilangkan atau setidak-tidaknya dapat mengurangi kesenjangan sosial antara si kaya dengan si miskin.

(5).Meningkatkan rasa solidaritas antara golongan kaya dan golongan miskin(fakir).

Referensi:
1.Tulisan dari Selebaran Al-Lu'lu'-Edisi 89/XII/2010 23 Muharram 1432(28 Januari 2010) halaman 2-3
2.http://tanzil.net/(keterangan:Qur'an-Uthmani,Translation-Indonesia:Quraish Shihab)

LIMA INDIKATOR MU'MIN SUKSES ALA AL-QUR'AN(1)

Sukses menurut Kamus Ilmiah Populer berarti berhasil,beruntung,dan hasil baik(maulana,dkk.,2008)

Artinya,misal seorang pedagang yang mendapatkan keuntungan dari hasil penjualannya,maka dia dapat dinyatakan sebagai seorang yang sukses.

Seorang mahasiswa yang mendapatkan IPK tertinggi di kampusnya,maka dia pun dikatakan telah sukses.

Berbicara terkait sukses ini,ada lima(5) indikator yang menunjukkan bahwa seseorang dapat dikatakan sukses menurut Al-Qur'an,yaitu:

Pertama,Khusuk dalam sholat

Khusyuk ,secara etimologi ,diartikan dengan tunduk,rendah hati,takluk,dan mendekat,baik hati maupun badannya.

Jika dikaitkan dengan suara khusyuk berarti diam.

Dan jika dikoreksi dengan pandangan mata berarti rendah(Dedikbud,1998)

Imam Al-Ghazali memberikan ikhtisar pendapat yang berkembang dalam korelasinya dengan hakikat khusyuk ini,antara lain mencakup:

(1).Kehadiran Hati;
(2).Mengerti apa yang dibaca dan diperbuat;
(3).Mengagungkan Allah SWT;
(4).Merasa malu kepada-Nya.

Kekhusyukan dalam sholat membawa hati menjadi muthmainah(tenang).
Orang yang berhati tenang akan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Allah SWT Berfirman,

 يـٰأَيَّتُهَا النَّفسُ المُطمَئِنَّةُ (٢٧)

ٱرْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾

 فَٱدْخُلِى فِى عِبَـٰدِى ﴿٢٩﴾

وَٱدْخُلِى جَنَّتِى ﴿٣٠﴾

Artinya: 

(27)Wahai jiwa yang tenang dengan kebenaran.

(28)Kembalilah kepada keridaan Tuhanmu dengan rasa puas terhadap nikmat yang telah dikaruniakan kepadamu, dan puas pula dengan perbuatan yang telah kamu lakukan.

(29)Masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku yang saleh.

(30)Dan masuklah ke dalam surgaku, negeri kenikmatan yang abadi.

(Q.S. Al-fajr[89]:27-30)
{terjemahan indonesia oleh Quraish Shihab}  

Referensi:
1.Tulisan dari Selebaran Al-Lu'lu'-Edisi 89/XII/2010 23 Muharram 1432(28 Januari 2010) halaman 1-2
2.http://tanzil.net/(keterangan:Qur'an-Uthmani,Translation-Indonesia:Quraish Shihab)