Tampilkan postingan dengan label ujian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ujian. Tampilkan semua postingan

"Kenapa Aku,Kamu,Dia,dan Mereka diuji (2)"



Terpaku pada lembaran masa lalu
berarti menyia-nyiakan masa kini,
membuang-buang potensi,serta
mengabaikan masa di hadapan mata.

Banyak orang di dunia ini
yang mengkhawatirkan datangnya
kelaparan,penyakit,kemiskinan, dan
berbagai musibah.Ia merupakan
kurikulum pelajaran setan.

Jiwa Anda baru tenag dan segala waswas
baru bisa hilang ketika Anda meyakini
adanya takdir dan ketentuan.pena
telah kering.Karena itu,jangan biarkan 
diri Anda menderita.Jangan mengira
Anda mampu mencegah dinding yang
runtuh,menghadang air yang tumpah,
menghadang angin yang berhembus,serta
menahan kaca yang hendak pecah.

Berikan kabar gembira kepada malam
bahwa fajar akan tiba;mulai dari puncak
pegunungan hingga ke lembah-lembah.
berikan kabar gembira kepada orang
yang sedang risau bahwa jalan keluar
akan segera datang secepat cahaya
dan sekejap mata.

Kebahagiaan dan ketentraman
Anda bergantung kepda sejauh
mana kekuatan dan kehangatan
iman Anda.

Orang muslim adalah yang orang lain
selamat dari lisan dan tangannya.Orang
mukmin adalah yang darah dan harta
orang lain selamat darinya.

Wahai yang Mengeluh dan meratapi 
derita,yang terguncang oleh berbagai
musibah,yang diombang-ambingkan
oleh ujian,mari serulah nama-Nya
yang suci.

Referensi:
Buku:ya Allah,
Kenapa Aku
Diuji
(Ibnu Qayyim al-Jauziyah)

"Kenapa Aku,Kamu,Dia,dan Mereka diuji (1)"

 



Bencana dan Ujian bagi seorang mukmin 
layaknya yang bisa menghilangkan 
berbagai penyakit yang jika dibiarkan 
justru akan membahayakannya,mengikis 
pahalanya, dan menurunkan derajatnya.

Setiap orang pasti merasakan ujian,
baik mukmin maupun kafir.Namun,kaum
mukmin akan merasakan penderitaan di 
dunia terlebih dahulu,tetapi pada akhirnya
akan merasakan buah yang manis,baik
di dunia maupun di akhirat.Sebaliknya,
orang kafir,munafik, dan pendosa 
akan merasakan kenikmatan dan kesenangan
terlebih dahulu,tetapi ujungnya mereka
merasakan penderitaan.

Kesempitan didunia tidak ada yang abadi.
Cepat atau lambat ia pasti berlalu dan
digantikan kelapangan.Kesulitan pasti 
digantikan kemudahan.Sebab jika tidak,
hal itu akan mengurangi nilai kekuasaan
Yang MahaKuasa,bertentangan dengan
aturan yang telah ditetapkan oleh Yang
MahaKuasa, dan berlawanan dengan 
 kehendak Yang Maha Mengetahui.

Tertimpa musibah memang menyakitkan,
tetapi tidak selamanya demikian.
musibah itu seperti tamu.Ia pasti akan
meninggalkan kita.Sedikit demi sedikit
menjauh lalu menghilang sampai akhirnya
benar-benar tidak kelihatan.

Jika seseorang tidak pernah merasakan
pahitnya sebuah penderitaan,engkau
akan melihat hidupnya gelisah dan
bingung,lantaran ia hanya menjalani satu
kondisi yang statis dan membosankan.
Berlama-lama dalam satu keadaan pasti
akan memberatkan.pergantian dari satu
keadaan ke keadaan lainnya melahirkan
satu kenikmatan,kegembiraan dan
kesenangan tersendiri.

Apabila musibah telah mencapai 
puncaknya,giliran kemudahandan
kelapangan datang.Itulah aturan
yang telah Allah tetapkan untuk alam
dan tidak akan pernah berubah.

Apabila seorang hamba gagal
menadapatkan bantuan dari sesama
manusia dan sudah putus asa terhadapnya
mereka,niscaya dalam hatinya timbul
harapan kepada Tuhannya dan mengajukan
permohonannya.Allah yang Maha Esa
pasti mengabulkan permohonanya,
menghilangkan keburukan yang 
menimpanya,menyingkirkan kesedihan
yang menyelimutinya,menggantikan 
kesempitan dengan kelapangan,
kedukaannya dengan kegembiraan, dan
kesusahannya dengan kebahagiaan.


Referensi:
Buku:ya Allah,
Kenapa Aku
Diuji
(Ibnu Qayyim al-Jauziyah)