Tampilkan postingan dengan label sedikit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sedikit. Tampilkan semua postingan

3 Pesan Akhir Ramadhan

Pesan Pertama : Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala hanya menerima amal dari orang yang ikhlas karena Allah dan mencari keridhaan-Nya
Dari Syaddad Abi Ammar dari Abu Umamah al-Bahili berkata:
Ada seorang laki-laki datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Sambil berkata:
"Bagaimana pendapat engkau tentang seseorang yang berperang demi upah dan ingin dipuji orang lain?
Rasulullah menjawab: "dia tidak mendapatkan apapun". Orang tersebut mengulanginya tiga kali.
Dan Rasulullah menjawab: "dia tidak mendapatkan apapun". Kemudian Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak menerima amal kecuali yang ikhlas karena Allah dan mencari keridhaan-Nya". (H.R. An-Nasai)

Ali radhiallahu 'anhu berkata:
"Hendaklah kalian lebih memperhatikan diterimanya amal daripada beramal, bukankah kalian mendengar firman Allah Ta'ala: "Sesungguhnya Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertaqwa".

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu. Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Janganlah kalian saling mengintai, saling membenci, saling membelakangi, saling mendengki.
Dan Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.
Seorang Muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak boleh menzholiminya, menghinanya dan menipunya.
Setiap muslim bagi muslim yang lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.
Taqwa adalah disini, Taqwa adalah disini, Taqwa adalah disini, Beliau menunjuk dadanya tiga kali.
Cukup seseorang dikatakan orang yang jahat apabila menghina saudaranya yang muslim.(H.R. Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah).
Pesan kedua: Janganlah kamu kembali kebelakang maka kamu menjadi orang yang rugi
"Dan janganlah kamu berbalik kebelakang maka kamu menjadi orang yang rugi".(Q.S. Al-Maidah:21)

"Sesungguhnya orang yang berbalik kepada kekafiran setelah petunjuk itu jelas bagi mereka syaithanlah yang merayu mereka dan memanjangkan angan-angan mereka".(Q.S. Muhammad:25)

"Janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintalnya dengan kuat, menjadi cerai berai kembali".(Q.S. An-Nahl:92)

"Dan diantara manusia ada yang menyembah Allah ditepi,
maka jika ia memperoleh kebaikan, dia merasa puas
dan jika dia ditimpa satu cobaan dia berbalik kebelakang.
Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata".(Q.S. Al-Hajj:11)
Pesan ketiga: Amal Ibadah yang dicintai oleh Allah adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya".(Q.S. Al-Baqarah:286)
Dari 'Aisyah radhiallahu 'anha. berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. "Ditanya, amal apakah yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala?". Nabi menjawab: "Yaitu amalan yang dilakukan terus menerus walaupun sedikit".(H.R. Ahmad, Al-Bukhary dan Muslim)

Referensi:
Lembar Buletin 'Idul Fitri 1433 H ,dengan editing

Memprioritaskan Kualitas atas Kuantitas {1}

 
Yang perlu mendapat perhatian kita bukanlah banyak dan besarnya volume pekerjaan.Yang perlu mendapat perhatian kita bukanlah banyak dan besarnya persoalan yang dihadapi, tetapi kualitas dan jenis pekerjaan yang kita hadapi.

Al- Qur'an sangat mencela terhadap golongan mayoritas apabila didalamnya hanya diisi oleh orang-orang yang tidak berakal, tidak berilmu, tidak beriman, dan tidak bersyukur ; sebagaimana disebutkan dalam berbagai tempat di dalamnya:





"...tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya)."(Al Ankabut :63)






"...tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."(Al A'raf :187)

 "...tetapi kebanyakan manusia tidak beriman."( Huud:17)
 





"...tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur."(Al Baqarah:243)





"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah..."(Al An'am:116)

Pada masa yang sama, Al-qur'an memberikan pujian terhadap kelompok minoritas apabila mereka beriman, bekerja keras, dan bersyukur; sebagaimana disebutkan di dalam firman-Nya:

"...kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini..."(Shaad:24)

‎"...dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih."(Saba':13)
 
"Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya karnu rezki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur".(Al Anfaal:26)

"Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka..."(Huud:116)


Oleh karena itu ,tidaklah penting  jumlah manusia yang banyak , akan tetapi yang paling penting ialah banyaknya jumlah orang Mu'min yang shaleh.

Hadits Nabi pernah menyebut jumlah manusia yang banyak:

"Menikahlah kamu, kemudian berketurunanlah, agar jumlah kamu menjadi banyak, karena sesungguhnya aku bangga dengan jumlahmu yang banyak atas umat-umat yang lain." 1
Akan tetapi , Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak membanggakan kebodohan, kefasikan, kemiskinan dan kezhaliman atas umat-umat yang lain. Namun beliau membanggakan orang-orang yang baik, bekerja keras, dan memberikan manfaat kepada orang lain.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda,

"Manusia itu bagaikan unta, di antara seratus ekor unta itu engkau belum tentu menemukan seekor yang boleh dijadikan sebagai tunggangan." 2

Kita senang sekali dengan kuantitas dan jumlah yang banyak dalam segala sesuatu, dan suka menonjolkan angka beribu-ribu dan berjuta-juta; tetapi kita tidak banyak memperhatikan apa yang ada dibalik jumlah yang banyak itu, dan apa yang terkandung di dalam angka-angka tersebut.

Catatan Kaki:
1 Diriwayatkan oelh Abu Dawud dan Nasai, dari Ma'qal bin Yasar, sebagaimana yang dimuat di dalam buku Shahih al-Jami as-Shaghir (2490)
2 Muttafaq'Alaih, dari Ibnu Umar. Lihat al-Lu'lu' wal-Marjan (1651)
Referensi:
Fiqih Prioritas oleh Dr.Yusuf Al Qardhawy -Rabbani Press- Halaman 41 sampai 43 -dengan sedikit perubahan
http://suryanaoky.blogspot.com/p/al-quran-digital_12.html
http://m.alquran-indonesia.com/mquran/index.php