Tampilkan postingan dengan label hijrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hijrah. Tampilkan semua postingan

Memaknai makna Hijrah[5]

c.Hijrah Su'uriyyah

"Syu'uriyyah atau cita rasa,kesenangan,kesukaan dan semisalnya ,semua yang ada pada diri kita sering terpengaruhi oleh nilai-nilai yang kurang Islami."

Banyak hal seperti hiburan,musik ,bacaan,gambar/hiasan,pakaian,rumah ,idola,organisasi ,partai dan banyak lagi ,semua tak luput dari pengaruh nilai-nilai diluar Islam.

Kalau kita perhatikan,hiburan dan musik seorang muslim tak jauh beda dengan hiburannya para penganut paham permisifisme dan hedonisme ,berbau hura-hura dan senang-senang belaka.

Padahal tidak ada hiburan,musik dan bacaan seorang muslim yang lebih baik dari pada lantunan ayat-ayat Al-Qur'an.

Demikian pula,mode pakaian kita hijrahkan dari mode jahiliyah yang mengumbar aurat menuju mode Islami yang sopan dan menutup aurat.

Gambar ,hiasan dan idola kita pastikan yang diridhoi Islam.

Organisasi ,partai dan afiliasi ekonomi kita usahakan yang sesuai dengan syariat Islam.

Referensi:
Rumah Da'i-Menebar Sunnah ,Menuai Hikmah,memupuk Ukhuwah-Edisi XII-6 Muharram 1433 H/2 desember 2011 M-Halaman 3

Memaknai makna Hijrah[4]

b.Hijrah Fikriyyah

Fikriyyah secara bahasa berarti pemikiran.

Seiring perkembangan zaman,kemajuan tekhnologi dan derasnya arus informasi,seolah dunia tanpa batas.

Dunia yang kita tempati saat ini ,sebenarnya telah menjadi medan perang yang kasat mata,namun tidak disadari keberadaanya oleh kebanyakan umat Islam.

Genderang perang telah ditabuh dalam medan yang namanya"Ghaswul Fikr"(baca:Perang pemikiran).
Tak heran berbagai pemikiran telah tersebar di medan perng tersebut laksana amunisi dari senjata-senjata perenggut nyawa.

Isu sekularisasi,kapitalisasi ,liberalisasi,pluralisasi, dan sosialisasi bahkan komunikasi telah menyusup ke dalam sendi-sendi dasar pemikiran kita yang murni.Ia menjadi virus ganas yang sulit terdeteksi oleh kaca mata pemikiran Islam.keberadaannya samar dan dipoles dengan nilai-nilai yang seolah Islami.
Hijrah Fikriyyah menjadi sangat penting mengingat kemungkinan besar pemikiran kita telah terserang virus ganas tersebut.Mari kita kembali mengkaji pemikiran-pemikiran Islam yang murni.Pemikiran yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW,melalui para sahabat ,tabi'in ,tabi'ut tabi'in dan para generasi pengikut salaf.
Referensi:
Rumah Da'i-Menebar Sunnah ,Menuai Hikmah,memupuk Ukhuwah-Edisi XII-6 Muharram 1433 H/2 desember 2011 M-Halaman 3

Memaknai makna Hijrah[3]

a.Hijrah I'tiqodiyyah

I'tiqodiyyah atau keyakinan adalah:
sesuatu yang menjadi penentu setiap amal kita.
Tanpa sebuah keyakinan dalam setiap amal,niscaya tidak akan sukses amal tersebut.

Karena begitu pentingnya I'tiqodiyyah dalam diri kita,maka inilah sesuatu yang pertama kali harus kita hijrahkan.
"Hijrah dari I'tiqod yang salah menuju I'tiqod yang benar.

Hijrah dari keyakinan kufur menuju keyakinan tauhid.

Hijrah dari jahiliyah menuju Islamiyah."
Diakui atau tidak,kita sering bersinggungan dengan keyakinan yang kurang benar,baik dalam hal kesehatan ,pekerjaan,jodoh dan lain sebagainya.
Dan terkadang tidak banyak di antara kita yang menyadarinya padahal perbuatannya sudah mendekati bahkan masuk dalam ruang kesyirikan.

Anehnya bentuk-bentuk perbuatan yang mendekati pengotoran i'tiqodiyyah saat ini mulai dilegalkan.

Dengan sedikit memolesnya seolah pelanggaran keyakinan tersebut menjadi tak masalah.

Coba kita lihat acara-acara TV,yang sudah secara vulgar mendukung bentuk pelanggaran i'tiqodiyyah tersebut,misalnya ramalan jodoh,ramalan nasib,primbon ,praktik perdukunan modern dan sebagainya.
oleh karena itu,hijrah i'tiqodiyyah menjadi sebuah keharusan bagi setiap orang,sehingga ia menjadi seorang muslim yang sebenarnya ,muslim yang memiliki aqidah yang lurus (salimul aqidah).

Referensi:
Rumah Da'i-Menebar Sunnah ,Menuai Hikmah,memupuk Ukhuwah-Edisi XII-6 Muharram 1433 H/2 desember 2011 M-Halaman 2-3