Tampilkan postingan dengan label kemaksiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemaksiatan. Tampilkan semua postingan

Sebab-sebab selamat dari kemaksiatan:


  • Berdoa kepada Allah dengan tulus agar Dia menyelamatkan dirinya dari kemaksiatan.
  • Menghindari diri dari maksiat.
  • Berazam untuk tidak kembali kepada kemaksiatan.
  • Menyesali perbuatan maksiat yang telah dilakukannya.
  • Memperbanyak istighfar.
  • Menjaga kewajiban-kewajiban.
  • Berkumpul bersama orang yang berbuat kebaikan dan orang yang shalih.
  • Waspada dari perkumpulan orang-orang yang berbuat kejelekan dan kerusakan.
  • Selalu intropeksi diri.
 
Referensi:
Ensiklopedi Mini Muslim-panduan Praktis Juru Dakwah dan Para Aktivis oleh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah As-Sadh_an halaman 157.

Pengaruh maksiat secara khusus terhadap pelakunya:


  • Kerisauan yang didapatkan oleh pelaku maksiat dalam hatinya antara dirinya dan Allah ta'ala.
  • Kerisauan yang didapatkan oleh pelaku maksiat dalam hatinya antara dirinya dan orang-orang yang berbuat kebaikan dan keshalihan.
  • Urusannya menjadi sulit.Dan tidaklah dia menginginkan suatu urusan,kecuali dia akan mendapatkan kesulitan.
  • Kegelapan yang didapatkan seorang hamba dalam hatinya.
  • Memperpendek umur dan menghilangkan barakah rezeki.
  • Memadamkan api ghirah (cemburu terhadap kesakralan nilai agama) dalam hati.
  • Menghilangkan rasa malu.
  • Hilangnya kenikmatan ibadah.
  • Dilemparkan dalam hatinya ketakutan dan kekhawatiran.
Referensi:
Ensiklopedi Mini Muslim-panduan Praktis Juru Dakwah dan Para Aktivis oleh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah As-Sadh_an halaman 156 - 157.

Sebab - Sebab Kemaksiatan

Sebab – sebab kemaksiatan itu banyak sekali,akan tetapi semua itu kembali pada 3 hal:
  • Bergantungnya hati kepada selain Allah,yang akan menghantarkan pada kekufuran.
  • Menuruti dorongan amarah yang akan menghantarkan kepada kezhaliman. 
  • Menuruti dorongan syahwat,yang akan menghantarkan kepada kekejian.
Referensi:
Ensiklopedi Mini Muslim-panduan Praktis Juru Dakwah dan Para Aktivis oleh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah As-Sadh_an halaman 155.