Tampilkan postingan dengan label akhlaq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhlaq. Tampilkan semua postingan

Memaknai makna Hijrah[6]

d.Hijrah Sulukiyyah

"Suluk berarti tingkah laku atau kepribadian atau biasa disebut juga akhlaq"

Dalam perjalanan akhlaq dan kepribadian manusia tidak terlepas dari degradasi dan pergeseran nilai.

Pergeseran dari kepribadian mulia (akhlaqul kariimah) menuju kepribadian tercela (akhlaqus sayyi'ah).

Sehingga tidak aneh jika bermunculan berbagai tindak amoral dan asusila di masyarakat.

pencurian,perampokan ,pembunuhan ,pelecehan ,pemerkosaan ,penghinaan dan penganiayaan seolah telah menjadi biasa dalam masyarakat kita.

Penipuan ,korupsi ,prostitusi dan manipulasi hampir bisa ditemui di mana-mana.Na'udzubillah...

Dalam moment hijrah ini ,sangat tepat jika kita mengoreksi akhlaq dan kepribadian kita untuk kemudian menghijrahkan akhlaq yang mulia.

Referensi:
Rumah Da'i-Menebar Sunnah ,Menuai Hikmah,memupuk Ukhuwah-Edisi XII-6 Muharram 1433 H/2 desember 2011 M-Halaman 4

Jadilah...berakhlak,...

"Jadilah manusia yang berakhlak, niscaya kamu mendapatkan nama baik."

Hikmah

Referensi:
Dikutip di buku NYALA SATU TUMBUH SERIBU oleh MARTONIS TONY

Kata-Kata Hasan Al-Banna




Berjuanglah untuk kebenaran, sepahit dan sesulit apapun.
Bersatulah dalam jama’ah sebenci dan sekecewa apapun, karena berjama’ah lebih baik dari sendiri.
Bangkitlah ketika jatuh, jangan menyerah.
Berprinsiplah selama prinsip itu benar.
Bertausyahlah agar saudaramu merasa memiliki dan dimiliki.
Jangan tinggalkan orang dibelakangmu, tunggulah dengan sabar dan keikhlasan.
Hindarilah prasangka karena ia akan menelan amalan-amalan kita..

Akulah petualang pencari kebenaran.

Akulah manusia yang mencari makna dan hakikat kemanusiaannya di tengah manusia.

Akulah patriot yang berjuang menegakkan kehormatan, kebebasan, ketenangan, dan kehidupan yang baik bagi tanah air di bawah naungan Islam yang hanif.

Akulah lelaki bebas yang telah mengetahui rahasia wujud-Nya, maka aku pun berseru : Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam yang tiada sekutu bagi-Nya. Kepada yang demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Inilah aku. Dan kamu sendiri siapa?

Kebahagiaan kita tidak terletak pada harta,

tidak pada penampilan diri, tidak juga pada gemerlap perhiasaan dan keindahan dunia.

Ukuran kebahagiaan terkait erat pada hati dan ruh manusia yang mendamba ridha Tuhannya

Saya berjanji akan menjadi orang yang istiqamah yang menunaikan ibadah serta menjauhi segala kemungkaran. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak mulia dan meninggalkan akhlak-akhlak yang buruk.

Memilih dan membiasakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan islami semampu saya.

Kesadaran mental, kehalusan perasaan dan hidupnya hati dijadikan Islam sebagai pilar kesalehan individu.

Setiap kali orang-orang menerima fikrah Ikhwan dan bergabung dengannya, saat itu pula, saya merasa bertanggung jawab mengenai sejauh mana mereka mendapatkan faedah.

Kami mengajak manusia semua pada satu ideologi yang begitu jelas. Ideologi yang telah mereka kenal. Sebuah ideology yang telah disaksikan sejarah menyejahterakan manusia.

Wahai manusia, setelah kehidupan yang pendek ini. Kamu akan menjalani kehidupan yang abadi. Bila kamu memahami rahasia tugasmu dalam kehidupan ini dan mengikhlaskan amal untuk Tuhanmu, ada kenikmatan yang menanti.

di copy dari:
http://email90.wordpress.com/2011/03/24/mutiara-hati/
http://gagasanardi.wordpress.com/2008/03/06/kata-kata-hasan-al-banna/